“Fiction” chapter 2

Keesokan harinya, Wisnu bersiap-siap pergi ke kampus. Saat ini dia memasuki semester 3-nya di jurusan Ilmu Peternakan di Universitas Padjajaran. Sudah setahun terakhir ini Wisnu melewati jalanan yang sama dengan sepeda motornya untuk sampai ke kampus. Tak sampai tiga puluh menit, Wisnu sudah dapat melihat gerbang depan Unpad. Setelah memarkirkan sepeda motornya, dia menuju sebuah gedung kuliah yang berada di fakultas peternakan.

“Wisnu!” seru seseorang dari arah belakang.

Wisnu menoleh untuk melihat orang yang memanggilnya. Ternyata Iman, teman sekelasnya. Wisnu menyunggingkan sebuah senyum untuk meyakinkan Iman bahwa dia mendengar panggilannya.

“Gue denger lo ke Jogja ya? Gak ngajak-ngajak lo!” kata Iman saat dia sudah berada di dekat Wisnu.

“Ngapain juga ngajakin lo? Bukannya lo sendiri juga ke Lombok?” kata Wisnu.

Iman menghentikan langkahnya lalu menatap Wisnu tak percaya. “Kok lo tahu? Jangan-jangan lo punya indra ke enam ya?” tanya Iman.

Wisnu menjitak kepala Iman. “Siapa yang gak bakalan tahu kalau setiap jam lo update Path terus.” Kata Wisnu jengkel.

Iman nyengir. “Bercanda lah Nu.” Kata Iman. “Tapi beneran deh, lo tega banget gak bilang-bilang ke Jogja. Tahu gitu kan gue mending gak jadi ke Lombok dan ikut lo.” Katanya.

“Terus mau ngapain lo ikut gue ke Jogja? Orang gue cuma silaturahmi sama Bude gue doang.” Kata Wisnu menanggapi Iman yang kekeh menyesal tidak ikut bersamanya ke Jogja.

“Ya nonton Fetro lah! Mereka kan ngadain konser di Jogja. Emang lo gak nonton?” tanya Iman dengan tampang kebingungan.

“Enggak. Ngapain juga. Gue gak suka mereka.” Kata Wisnu.

Iman menggeleng-gelengkan kepalanya. Mimiknya nampak prihatin setelah mendengar ucapan Wisnu. “Nu, lo tuh nerd banget sih gak suka sama Fetro. Mereka itu band pendatang baru yang keren. Lagu-lagu mereka pun asik. Nge-rock gitu. Cocok sama anak muda.” Jelas Iman.

Wisnu hanya bergeming mendengar kata-kata Iman. Memang, kini Fetro menjadi pusat perhatian banyak orang terutama kaum muda. Band dengan nuansa rock ini berhasil menyedot perhatian dari single pertama mereka yang berjudul “Break Out!”. Dengan sangat pesat, lagu itu menempati posisi teratas di setiap acara musik. Lagu mereka pun sering diputar di radio-radio. Band yang beranggotakan lima orang itu sekarang sangat digemari mayoritas kaum muda.

“Eh ngomong-ngomong soal band, gue punya ide yang luar biasa hebat.” Kata Iman antusias.

“Dan gue punya berita yang hebat!” kata Wisnu.

Iman mengerutkan keningnya. “Apaan?”

“Pak Deni udah dateng bro!” kata Wisnu tak lepas dari pandangan dosen yang akan memasuki ruang kuliah.

“Mampus!” satu kata tersebut menjadi aba-aba mereka untuk berlari dengan cepat menuju kelas sebelum kuliah dimulai. Jika mereka terlambat sedikit lagi saja, maka mereka tak akan pernah melihat nilai B di KHS mereka apalagi A.

Pak Deni terlihat tidak begitu senang saat Wisnu dan Iman menyapa Pak Deni dengan senyum terbaik mereka di depan ruang kuliah. Namun akhirnya mereka diperbolehkan masuk. Mereka berdua memasang tampang lega lalu masuk ke kelas dengan semangat.

Namun kelegaan itu tidak bertahan lama bagi Wisnu. Kini dia nampak terkejut saat melihat ada sesosok manusia tak dikenal diantara teman-teman sekelasnya yang sudah setahun ini dikenalnya. Tak dikenal namun tak asing bagi Wisnu. Manusia itu adalah manusia yang pernah mengajaknya mengobrol di kereta ekonomi jurusan Surabaya-Bandung.

Indra pun sepertinya nampak terkejut dengan kehadiran Wisnu yang baru saja masuk kelas. Wisnu duduk di depan dengan Iman. Pandangannya tak pernah sekalipun lepas dari Indra. Mengapa dia ada di sini? Pertanyaan sejenis lainnya mulai memenuhi kepalanya.

“Kakak tingkat yang ngulang ya? Tumben cuma satu kali ini. Biasanya kelas kita paling favorit dijadikan kelas buat mengulang.” Kata Iman.

Namun Wisnu tak menanggapinya sama sekali. Dia memutuskan untuk fokus pada kuliah yang akan diberikan oleh Pak Deni dan mencari tahu rasa penasarannya setelah mata kuliah ini berakhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s